Rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM, tidak membuat Ara Manis, salah seorang warga Jl. Kampung Dalam No. 8, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh Padang, merasa was-was. Ibu empat orang anak ini mengaku santai-santai saja seandainya pemerintah akan menaikkan harga BBM.
Sejak dua tahun silam, ia mulai menggunakan serbuk kayu sebagai bahan bakar untuk memasak kebutuhan sehari-hari seperti masak nasi, lauk-pauk, dan air. Kebiasaan tersebut sudah diperolehnya sejak 1974 dari ibunya. Dahulu digunakan serbuk padi sebagai bahan bakar untuk memasak.
“Karena sekarang serbuk padi sulit dicari, jadi diganti dengan serbuk kayu,” ungkapnya.Ara Manis mengaku, menggunakan serbuk kayu jauh lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan kompor minyak. Jika menggunakan kompor minyak ia memerlukan 2 liter minyak tanah per hari yang dibeli seharga Rp2.500 per liternya. Rata-rata tiap bulan ia perlu mengeluarkan uang Rp150 ribu, hanya untuk minyak tanah.
Tapi sejak beralih menggunakan serbuk kayu, Ara tak perlu mengeluarkan uang sepersenpun, cukup bermodalkan korek api saja.Peralatan yang digunakan hanya sebuah kaleng cat berukuran 5kg, dan di bawahnya diberi lubang, kemudian pada bagian atas ditambah 2 batang besi yang berfungsi sebagai tungku, dan sebuah botol sebagai pencetak ruang di dalam kaleng. Caranya, Botol dimasukkan ke dalam kaleng, kemudian diisi serbuk kayu, lalu dipadatkan. Kemudian botol dikeluarkan dari dalam kaleng.
Ia mengaku serbuk kayu yang digunakannya itu didapat dari sebuah usaha perabot yang berada tidak jauh dari rumahnya. Serbuk kayu tersebut tidak dibeli, melainkan diminta kepada pemilik usaha perabot.
“Jadi uangnya dapat dihemat dan dapat digunakan untuk keperluan lainnya,” katanya.Satu gantang serbuk kayu dapat bertahan selama 1,5 jam dan dapat digunakan untuk masak nasi sebanyak 2 liter. Dalam seminggu ia memerlukan sekarung serbuk kayu. Namun tidak ada masyarakat sekitar melakukan hal yang serupa, padahal di daerah itu banyak terdapat usaha perabot yang serbuknya dapat digunakan sebagai alternatif pengganti BBM
